KEPALA Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Subandrio mengatakan Vaksin Merah Putih kemungkinan bisa memulai tahapan uji klinis pada kuartal III atau IV tahun ini. Kemudian mendapat izin penggunaan darurat (emergency used authorization/EUA) pada pertengahan 2022.
"Kami hanya diberikan waktu 12 bulan untuk mengembangkan vaksinnya. Akhir Maret ini diharapkan sudah bisa diserahkan ke industri. Usai proses di industri, kami sudah bisa mulai uji klinis, tapi mungkin masih di kuartal III atau IV tahun ini," kata Prof Amin dalam webinar 'Inovasi Pulihkan Indonesia', Selasa (2/3/2021).
Baca juga: Menristek: Tahapan Laboratorium Vaksin Merah Putih Sudah Hampir 100%
"Diharapkan selesai total sekarang, barangkali diharapkan EUA-nya bisa didapat pertengahan 2022. Ya mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut sampai saat ini tahapan laboratorium Vaksin Merah Putih hampir 100 persen. Kemungkinan akhir Maret ini bibit Vaksin Merah Putih akan diserahkan kepada PT Bio Farma.