Mendengar ucapan istrinya, ia merasa tidak tega. Kemudian ia menancapkan tongkat yang dibawanya ke batu sambil berdoa kepada Tuhan, dan seketika air muncul dari batu tersebut.
“Aek sipaulak hosa artinya si penyambung nafas,” dikutip Okezone dari postingan akun instagram @gregonovic_helvetia.
Kini tempat tersebut telah dikelola dengan baik dan dijadikan objek wisata sejarah bagi wisatawan. Namun, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi jika memasuki destinasi wisata tersebut, dikarenakan tempatnya dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
Peraturan yang diterapkan yaitu dilarang berkata kotor atau berperilaku tidak sopan, dan bagi wanita yang sedang berhalangan tidak diperbolehkan masuk. Untuk wisatawan yang ingin memasuki destinasi ini tidak dipungut biaya. Jam operasional yang diterapkan yaitu dimulai pukul 08.30 sampai 18.30.
(Dewi Kurniasari)