Sementara itu, Rianne de Vrie, Jubir Breathomix, perusahaan yang memproduksi alat tes napas Covid-19 SpiroNose mengatakan, pihaknya terkejut dengan reaksi Dewan Kesehatan.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa kesalahan hasil di bawah 0,5 persen. Tes kami melebihi dari tes lainnya," kata De Vries.
Dia menerangkan bahwa hasil yang dipegang Dewan Kesehatan mungkin tidak benar karena penggunaan saat pengujian tidak benar.
Misalnya, perlu ada kecepatan internet yang memadai di lokasi pengujian dan tidak boleh ada disinfektan yang mengandung alkohol saat membersihkan mesin.
(Dyah Ratna Meta Novia)