Jadi, studi ini membandingkan jumlah kasus yang dilaporkan antara mereka yang telah divaksinasi penuh dan mereka yang belum divaksinasi. Tetapi orang yang divaksinasi cenderung tidak dites, sehingga datanya akan kurang dari jumlah kasus, terutama kasus asimtomatik.
"Artinya, penurunan sebenarnya dalam transmisi lebih rendah dari perkiraan yaitu 89,4 persen," kata McLaren.
Baca juga: Alasan Lansia Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19
"Berapa berpengaruhnya? Ya, kami membutuhkan lebih banyak bukti untuk mengetahui dengan pasti. Tapi, kami yakin bahwa Vaksin Pfizer itu mampu mengurangi penularan dan itu akan menjadi kabar baik bagi dunia," tambahnya.
Sekira 80 persen kasus SARS-CoV2 di Israel selama periode waktu penelitian yaitu 17 Januari hingga 6 Februari kebanyakan disebabkan oleh jenis yang lebih mudah menular yang pertama kali diidentifikasi dalam program vaksinasi Israel di Inggris yang dimulai tepat sebelum varian B.1.1.7 muncul.
(Hantoro)