Kemenparekraf Pastikan Destinasi Wisata di Lombok Terapkan Protokol CHSE

Antara, Jurnalis
Kamis 25 Februari 2021 11:04 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Share :

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan pelaku industri hotel dan restoran serta industri kreatif di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menerapkan sertifikasi protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).

"Dari hasil evaluasi kami mengikuti simulasi kunjungan lapangan, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok, termasuk Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika sudah sangat siap menerapkan CHSE," kata Koordinator Pengembangan Jejaring dan Kapasitas Wisata MICE Kemenparekraf, Titik Lestari saat mengikuti kegiatan simulasi panduan pelaksanaan CHSE pada kegiatan MICE di DSP Mandalika berlokasi di sentra kerajinan Gerabah, Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat.

Menurut dia, saat ini sertifikasi panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) merupakan hal yang sangat penting bagi industri pariwisata khususnya bagi pelaku usaha hotel dan restoran termasuk industri kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Dilakukan agar Liburan di Lombok Jadi Berkesan

"Kemenparekraf telah melaksanakan program sertifikasi CHSE gratis bagi industri pariwisata di 34 provinsi di Indonesia. Termasuk di dalamnya Lombok, NTB sebagai salah satu yang masuk dalam DSP," imbuhnya.

Dalam kunjungannya ke destinasi wisata di Lombok, Titik Lestari melihat penerapan secara ketat sesuai alur CHSE. Sebelum masuk semua pengunjung diminta untuk mencuci tangan, cek suhu, dan antre berjarak dengan signage yang jelas.

"Secara umum pelaksanaannya (protokol kesehatan) sangat baik, aman, sesuai dengan yang diperlukan saat ini sehingga semua para pelaku usaha di sektor pariwisata termasuk restoran, hotel, industrik kreatif UMKM bisa bangkit kembali," jelas Titik Lestari.

Titik menambahkan, masyarakat NTB sudah banyak yang memahami gunanya menjaga protokol CHSE. Terlebih di sejumlah destinasi wisata mulai di kerajinan gerabah Banyumulek, Lombok Barat, tenun Sukarara dan Kawasan ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya