MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, banyak destinasi wisata alam yang terletak di kawasan konservasi dengan kewenangan pengelolaan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).
Kawasan konservasi itu di antaranya 54 Taman Nasional, 213 Cagar Alam, 79 Suaka Margasatwa, 126 Taman Wisata Alam: 110 TWA Darat dan 16 TWA Perairan/Laut, 14 Taman Buru.
"Pada RPJMN 2020-2024, terdapat 25 kawasan pengembangan ekowisata di destinasi pariwisata prioritas," kata Sandiaga melalui akun Twitter-nya, @sandiuno.
Baca juga: KLHK-Kemenparekraf Kolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi
Dirinya telah melakukan rapat secara virtual dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar beserta jajarannya. Kemenparekraf dan Kementerian LHK pun akan terus bersinergi dan berkolaborasi.
"Kolaborasi yang tengah berjalan antara lain pengembangan ekowisata dan wisata bahari pada kawasan konservasi, pengembangan taman nasional dan taman wisata alam sebagai dukungan destinasi wisata prioritas, serta pengembangan ekowisata dengan konsep SAVE (Science, Academic, Voluntary, Education)," kata dia.
"Kemenparekraf akan terus mendorong penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan, membuka lapangan kerja dengan prinsip semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengadakan rapat terbatas untuk berkolaborasi mengembangkan wisata alam berbasis konservasi, Rabu kemarin.
"Kita melihat ada 25 kawasan pengembangan ekowisata di destinasi pariwisata prioritas. Kita harapkan dengan rapat kerja ini bisa ada sinergi dan kolaborasi antara Kemenparekraf dan KLHK terutama dalam pengelolaan sampah plastik di destinasi wisata bahari dan perhutanan sosial," kata Sandi.
Dirinya juga menekankan sektor pariwisata ini harus bisa bersinergi, karena dikhawatirkan jangan sampai pariwisata memicu limbah terutama limbah plastik. Untuk itu, Kemenparekraf mendorong penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan prinsip-prinsip sustainable tourism.
(Rizka Diputra)