Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan vaksin Covid-19 yang beredar yaitu vaksin Sinovac tidak menimbulkan penyakit. Vaksin disuntikkan dengan tujuan menciptakan antibodi untuk melawan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada tenaga kesehatan meninggal dunia diduga setelah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Sembilan hari setelah divaksin, nakes mengalami gejala sakit yaitu demam tinggi disertai sesak napas.
"Kami turut berduka cita sebelumnya atas kabar beberapa tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat yang diketahui meninggal dunia setelah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Tapi, dapat kami tegaskan bahwa vaksin tersebut tidak menimbulkan penyakit dan gejala yang timbul pun sejauh ini tidak ada yang parah," papar Jubir Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, Senin (22/2/2021).
Vaksin Covid-19 Sinovac yang dipakai di Indonesia dibentuk dengan sistem memasukkan virus SARS-CoV2 yang dimatikan. Dengan karakter tersebut, dipastikan secara ilmu sains bahwa vaksin tidak bisa menyebabkan penyakit tertentu.
Jika muncul kondisi kesehatan yang turun, itu hanya berupa gejala. Efek samping vaksin Covid-19 yang ditemukan Kemenkes sejauh ini bersifat ringan yaitu mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, jantung berdebar, dan semua gejala itu dapat normal kembali dengan tanpa obat.