Odo menjelaskan perbaikan kualitas toilet di destinasi wisata telah menjadi perhatian pemerintah dalam rangka mendorong pengembangan sektor pariwisata.
Pada Februari 2020, Kemenko Marves bersama Kemenparekraf juga sempat mengunjungi 39 titik di destinasi Danau Toba. Kala itu, ditemukan bahwa kualitas toilet umum di destinasi tersebut sangat memprihatinkan, mulai dari tidak ada air, pintu, atap hingga jadi tempat tinggal masyarakat.
Atas temuan itu, akhirnya disepakati pembangunan 10 toilet umum di Danau Toba oleh PT Pertamina (Persero) sebagai percontohan.
"Jadi harapannya toilet umum ini akan menjadi titik balik dari situasi sebelumnya yaitu membangun destinasi pariwisata berkualitas," pungkas Odo.
(Salman Mardira)