Penyebab Orang Tak Bisa Gemuk meski Makan Banyak

Wilda Fajriah, Jurnalis
Rabu 17 Februari 2021 04:30 WIB
Makan banyak (Foto: Halal zilla)
Share :

Banyak yang bilang bahwa untuk menjaga berat badan yang ideal, kita harus memperhatikan apa yang kita makan dan seberapa banyak kita berolahraga. Akan tetapi, ada beberapa dari mereka yang berat badannya tidak naik meski makan banyak piza, burger, kentang goreng, steak, es krim, donut, dan masih banyak lagi.

Hal ini sering membuat orang bertanya-tanya apa sebenarnya rahasia dibalik sosok langsing mereka. Mereka tak bisa gemuk. Apakah ini tentang metabolisme atau justru hal lainnya?

Melansir Times of India, berikut beberapa faktor mengapa mereka tak bisa gemuk walaupun sudah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

 

1. Metabolisme

Metabolisme yang cepat bukan satu-satunya alasan di baliknya. Jawaban atas pertanyaan ini cukup kompleks karena beberapa faktor berperan. Genetika, nutrisi, dan bahkan faktor perilaku terlibat yang membantu orang langsing untuk menjaga berat badan mereka.

Selain itu, kebanyakan orang yang tampaknya makan banyak di depan Anda sebenarnya makan sebanyak Anda. Hanya karena mereka makan di depan Anda, bukan berarti mereka doyan makan. Bisa jadi mereka hanya makan dua kali dalam sehari. Artinya, asupan kalori harian mereka tetap sama dengan Anda.

2. Aktif secara fisik

Faktor lain yang dapat membantu orang mempertahankan berat badan adalah tingkat aktivitas fisiknya. Di sini tetap aktif secara fisik tidak hanya berarti menghabiskan waktu berjam-jam di gym. Anda hanya perlu bergerak lebih banyak sepanjang hari atau melakukan pekerjaan rumah tangga.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang secara genetik dipengaruhi untuk menggerakkan tubuh mereka lebih dari yang lain, yang membantu mereka membakar sejumlah besar kalori dan menjaga berat badan yang sehat. Selain itu, beberapa orang membakar lebih banyak kalori dengan melakukan olahraga yang sama dibanding yang lain. Ini sepenuhnya tergantung pada genetika mereka.

3. Faktor genetik

Genetika memainkan peran utama dalam kecenderungan seseorang untuk menambah atau mengurangi berat badan. Menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam PLOS Genetics, lebih dari 250 wilayah DNA yang berbeda dapat dikaitkan dengan obesitas.

Untuk studi tersebut, para peneliti memeriksa data yang dikumpulkan dari 1.622 orang sehat dengan indeks massa tubuh (BMI) rendah, 1.985 orang dengan obesitas berat dan 10.433 orang kontrol dengan berat badan normal.

Di akhir penelitian, mereka menyimpulkan bahwa partisipan kurus memiliki lebih sedikit gen yang terkait dengan obesitas. Tetapi gen bukanlah satu-satunya hal yang berkontribusi pada penambahan atau penurunan berat badan. Selama penelitian, para peneliti juga menemukan beberapa orang yang memiliki faktor penentu genetik untuk obesitas namun mereka langsing.

Gen kita memang memiliki peran dalam menentukan berat badan kita, tetapi itu bukan satu-satunya kekuatan pendorong. Pola tidur Anda, kebiasaan gaya hidup Anda, tingkat asupan alkohol Anda, pilihan makanan, aktivitas fisik juga menentukan berat badan Anda.

Jadi, jika Anda benar-benar berusaha menjadi bugar, jangan hanya berfokus pada makan lebih sedikit atau lebih banyak bergerak, tetapi ubahlah kebiasaan gaya hidup Anda. Ini akan membantu Anda menurunkan berat badan secara efektif dan akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya