Bahkan, dalam masterplan pembangunan kawasan Lido City milik MNC Group itu, di dalammya telah disiapkan rencana pengembangan theme park dengan skala yang jauh lebih besar dari Universal Studios di Singapura.
Kemudian akan dibangun pula objek-objek wisata bertaraf internasional, seperti Wall Garden di Dubai, hingga music venue seperti Coachella di Los Angeles, Amerika Serikat.
"Idealnya nanti ada sirkuit MotoGP, karena masyarakat Indonesia itu sangat suka dengan MotoGP. Ini juga menarik dikembangkan seperti sirkuit Sepang yang mampu menarik 160 ribu pengunjung. Jumlahnya separuh dari sirkuit di Indonesia," terang Hary.
Secara garis besar pembangunan Movieland dan KEK MNC Lido City akan memadukan dua unsur sekaligus yakni entertainment dan hospitality. Konsep ini diharapkan dapat membantu memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.
"Ketika Movieland sudah mulai berproduksi, silakan fasilitasnya yang ada digunakan semaksimal mungkin. Saya yakin kita bakal mampu menciptakan kualitas produksi drama maupun film yang sangat luar biasa, yang tidak kalah dengan Hollywood. Intinya Lido City bukan hanya kebanggaan MNC saja, tetapi juga kebanggaan Indonesia," tandas Hary Tanoesoedibjo.
(Rizka Diputra)