Hari Raya Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Pada hari tersebut, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan penting, salah satunya menyalakan petasan dan kembang api.
Baozhu dalam bahasa Cina, secara harfiah berarti 'bambu yang meledak' adalah pendahulu dari petasan. Berbalut warna merah, warna keberuntungan bagi orang Tionghoa, petasan menjadi semakin populer dalam perayaan Imlek dan upacara keagamaan seperti dilansir dari China Highlights.
Kertas merah yang dibalutkan tersebut dibiarkan setidaknya sehari setelah petasan diledakkan. Ini dilakukan agar tidak menyapu keberuntungan yang ada.
Dalam budaya tradisional Tiongkok, petasan pada awalnya digunakan untuk menakuti roh jahat. Suara ledakan yang dihasilkan dari petasan bertujuan untuk menakuti roh-roh jahat tersebut.
Nah, sejak saat itu meledakkan petasan menjadi tradisi di Tahun Baru Imlek. Itulah kenapa petasan memiliki makna yang cukup dalam saat perayaan Imlek.
(Dyah Ratna Meta Novia)