"Alhamdulillah sejak uji klinis di Bandung vaksin Sinovac ini sudah mencapai efikasi 65,3%. Kenapa angkanya hanya 65,3%? Karena persyaratan WHO diatas 50% sudah cukup," jelasnya.
Melihat dalam waktu 3 bulan vaksin Sinovac sudah menuai hasil sebanyak 65,3%, maka vaksin tersebut dapat digunakan dalam skema Emergency Use Authorization (UEA). Selanjutnya, vaksin tersebut akan tetap dilakukan uji klinis hingga pertengahan Juni mendatang.
"Walaupun skemanya menggunakan UEA, BPOM telah memberikan izin terhadap vaksin Sinovac untuk digunakan, namun tetap dalam pengawasan. Intinya kita tidak memilih vaksin tersebut jika tidak aman, bermutu, dan berkhasiat," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)