Dengan double masking, atau memakai masker dobel yakni satu masker bedah dan satu masker kain, para peneliti mendapati tingkat perlindungan naik secara signifikan, sekira 83 persen dari paparan partikel-partikel kecil dari orang yang tidak memakai masker. Sementara mengikat dan menyelipkan tali pengait pada masker bedah dikatakan dapat mengurangi eksposur seseorang terhadap partikel virus sampai 65 persen.
Dokter John Brooks mengungkapkan bahwa dalam penelitian ini ia bersama tim tidak fokus pada material masker, tapi lebih ke aspek seberapa fit atau kesesuaian masker tersebut. Pemakaian masker yang berlapis-lapis ini mungkin memang penting, namun penelitian baru tersebut menunjukkan bahwa kuncinya adalah seberapa pas melekatnya masker itu saat dipakai.
Baca juga: Motif Pelaku Menusuk Anak Buah Anies karena Emosi Diputus Kontrak
"Kedua masker terbukti efektif dalam simulasi eksperimental yang kami jalankan," terang dr John Brooks.
Ia melanjutkan, perlindungan makin meningkat saat lebih banyak orang memakai masker. Jika dua orang sama-sama menggunakan masker bedah yang diikat dan terselip, atau jika keduanya memakai masker dobel, paparan terhadap partikel virus berkurang lebih dari 95 persen.
Sementara Direktur CDC dr Rochelle Walensky menegaskan memakai masker jenis apa pun sejatinya secara signifikan lebih baik daripada tidak mengenakan masker sama sekali. Tentunya, masker yang sangat pas di wajah saat dipakai memberikan kinerja yang terbaik sebagai alat perlindungan.
(Hantoro)