Imlek atau tahun baru China tinggal menghitung hari. Semua masyarakat keturunan Tionghoa bersiap untuk merayakan hari yang dinanti-nantikan ini. Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, namun Imlek memiliki banyak tradisi unik yang menarik untuk dilakukan
Beberapa tradisi menarik ini, dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Tradisi ini dipercaya bakal mendatangkan rejeki dan menolak hal-hal negatif yang datang. Merangkum dari berbagai sumber, MNC Portal Indonesia, Selasa (9/2/2021), berikut ulasannya.
1. Menggunakan warna atribut serba merah
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna merah melambangkan kekuatan dan hoki. Mereka percaya dengan menggunakan atribut serba mewah, dapat menolak energi buruk dari Nian. Nian sendiri dipercaya sebagai makhluk buas yang keluar setiap Imlek. Dari kepercayaan inilah maka warna merah kerap menghiasi perayaan Imlek.
2.Dilarang bersih-bersih saat Imlek
Bersih-bersih adalah hal yang positif. Namun, dalam kepercayaan Tionghoa kegiatan ini dapat membuang rejeki dan keberuntungan. Oleh sebab itu masyarakat Tionghoa kerap melakukan bersih- bersih satu haru menjelang Imlek. Sementara ketika Imlek, mereka sama sekali tidak membersihkan rumah agar tidak membuang keberuntungan.
3. Membakar petasan dan kembang api
Masyarakat Tionghoa percaya dengan membakar petasan, mereka bisa menghindari nasib-nasib buruk yang ada di tahun sebelumnya. Filosofinya adalah membakar nasib buruk di masa lalu agar mendapat rejeki pada tahun yang baru.
4. Menghias dan mendekor rumah
Menghias rumah dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Sehingga tak aneh jika beberapa bagian rumah kerap di cat menjelang Imlek. Beberapa orang juga suka menghiasi bagian rumah mereka dengan stiker yang bertulis kata-kata positif untuk menangkal dari energi buruk.
5. Atraksi Liong dan Barongsai
Liong dan Barongsai bukan hanya sekadar pertunjukkan. Mereka juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tionghoa. Tarian naga dan macam dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat yang membawa energi negatif. Selain itu tarian ini juga dipercaya membawa kebahagiaan dan kesenangan.
6. Mengunjungi saudara yang lebih tua
Sama seperti Lebaran pada umat muslim, masyarakat Tionghoa juga kerap mengunjungi kerabatnya yang lebih tua untuk bersilaturahmi. Jadi tak heran jika saat Imlek masyarakat Tionghoa akan pulang kampung untuk merayakan bersama keluarga besarnya.
7. Bagi-bagi angpau
Mungkin bagi-bagi angpau merupakan ciri yang paling identik dari Imlek. Tujuan dari tradisi ini adalah membagikan sebagian rejeki dari orang yang sudah berkeluarga kepada anak-anak dan orang tua. Satu hal yang unik, dalam angpau tidak boleh mengandung angka empat. Pasanya angka empat memiliki makna buruk yang berarti mati.
(Dyah Ratna Meta Novia)