Orang yang sakit TB tidak boleh sampai mengalami kekurangan gizi, terutama protein dan kalori. Kekurangan gizi akan membuat sakit makin parah. Sebab, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mampu melawan infeksi sepenuhnya.
Infeksi TB sendiri dapat membuat pederitanya rentan kekurangan gizi. Kekurangan gizi menyebabkan penurunan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit mempertahankan diri dari virus tuberkulosis. Ditambah lagi, lebih mungkin mengalami kehilangan nafsu makan, sehingga pasien TB umumnya mengalami kehilangan berat badan.
Baca juga: Mengenal Istilah Dormant pada Penyakit Tuberkulosis
Kekurangan gizi pada pada pasien TB dapat membuat proses penyembuhan berjalan lebih lama, pengobatan tidak efektif, dan tingkat kematian menjadi lebih tinggi dibandingkan pasien TB dengan gizi baik. Panderita juga rentan mengalami TB kambuhan atau infeksi berulang setelah pengobatan apabila tidak cukup makan.
Maka jika sedang mengidap atau baru saja sembuh dari tuberkulosis, harus benar-benar memerhatikan kebutuhan gizi tubuh. Pengidap TB harus makan lebih banyak makanan yang bergizi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: Bahaya Tuberkulosis karena Polusi Udara hingga Penularan di Transportasi Umum
Protein serta karbohidrat merupakan zat gizi yang banyak dibutuhkan oleh pasien TB. Selain itu, pasien TB juga membutuhkan banyak asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin A, E, B6, C, D, asam folat, zat besi, seng, dan selenium. Asupan gizi yang baik dikombinasikan dengan terapi obat yang tepat dapat mempercepat penyembuhan TB.
(Hantoro)