Menparekraf Sandiaga Uno Dukung Penggunaan GeNose C19

Antara, Jurnalis
Kamis 04 Februari 2021 02:43 WIB
Para calon penumpang kereta api mulai menggunakan GeNose C19 di Stasiun Tugu, Yogyakarta (Foto: UGM)
Share :

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik penggunaan Gadjah Mada Electronic Nose Covid-19 (GeNose) untuk pendeteksian cepat virus corona di ruang publik khususnya stasiun kereta api.

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penggunaan GeNose yang sudah melalui proses tim kesehatan secara keseluruhan dan aplikasinya bagi pengguna kereta api jarak jauh dan moda transportasi lainnya," kata Sandiaga, Rabu (3/2/2021).

GeNose C19 merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui embusan nafas. GeNose C19 terhubung dengan sistem cloud computing melalui aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

Baca juga: Naik Kereta Api Penumpang Boleh Tes Covid-19 Pakai GeNose

Berbeda dengan tes cepat lainnya, GeNose C19 berbasis embusan napas yang menawarkan kenyamanan kepada para penggunanya karena tidak perlu merasa sakit seperti menjalani tes cepat berbasis antibodi dan antigen.

(Foto: Okezone.com)

Harga tes ini pun cukup murah berkisar antara Rp15.000 sampai Rp25.000, yang artinya cukup terjangkau untuk masyarakat apalagi yang memiliki rencana bepergian.

Namun, Sandi menyebut bahwa kehadiran GeNose bukan untuk menaikkan minat turis domestik mengunjungi tempat wisata di tanah air.

Baca juga: Sandiaga Uno Targetkan 6.500 Pelaku Parekraf Tersertifikasi CHSE Tahun Ini

Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang melakukan tes maka akan semakin menurun tingkat penularan Covid-19 sehingga perekonomian khususnya industri pariwisata akan kembali normal.

"Jika penularan Covid-19 ini bisa ditekan barulah kita bisa melihat peningkatan wisata dan travel. Karena kita sekarang di Kemenparekraf bukan lagi memperdebatkan go or not go, do or not do tapi how," ujar Sandiaga.

Guna meningkatkan minat wisatawan domestik, Kemenparekraf terus menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) agar pengunjung merasa aman dan nyaman dalam berkegiatan.

"Nah itu yang harus menjadi standar utama sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam bisa melakukan kegiatan yang mereka lakukan di destinasi wisata dan fasilitas penunjang destinasi wisata," tuturnya.

Dirinya menambahkan, jika angka kasus Covid-19 menurun, secara otomatis industri pariwisata juga akan membaik.

"Pada waktu yang bersamaan kita bisa bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan perekonomian kita," pungkas dia.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya