Sementara itu, Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani membenarkan jika suara gemuruh itu berasal dari aktivitas getaran gelombang yang dihasilkan saat magma (batuan cair pijar dan gas) keluar dari lubang kepundan gunung api ke permukaan. Hal itu kata dia, merupakan fenomena yang biasa terjadi pada gunung api.
"Untuk aktivitas kegempaan, pada Rabu pukul 00.00-06.00 WIB terekam tremor menerus dengan amplitudo 5-32 mm," ucap Nia.
Baca juga: 5 Air Terjun Menyejukkan yang Berada di Gunung Raung
Adapun soal laporan warga soal dentuman keras yang terdengar hingga daerah Kalipuro di Banyuwangi, sekitar 20 kilometer dari puncak Gunung Raung, ia belum bisa memastikan apakah dentuman itu benar berasal dari Gunung Raung.
Yang jelas, gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Bondowoso, Jawa Timur tersebut masih menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Status Gunung Raung masih berada pada level II atau waspada. PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas pada radius dua kilometer dari pusat erupsi kawah puncak Gunung Raung.
(Rizka Diputra)