Dampak lainnya dari tidak adanya Wisman yang masuk terlihat pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Riau, yang pada bulan Desember 2020 mencapai 36,39 persen atau turun -6,53 poin dibanding TPK bulan November 2020 sebesar 42,92 persen. TPK hotel bintang 5 sebesar 37,31 merupakan TPK tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya.
"Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) Asing pada hotel berbintang bulan Desember 2020 selama 2,62 hari atau turun -3,13 poin dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,75 hari," katanya.
Sementara itu, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau, Julfiyantodi, berharap vaksinasi COVID-19 menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata, yang nyaris lumpuh akibat pandemi sejak 2020.
"Dengan adanya vaksinasi bisa menjadi langkah awal untuk kita kembali bangkit dan sektor pariwisata Riau kembali mendunia," katanya.
(Salman Mardira)