Dosis Tunggal
Uji klinis vaksin Janssen mencoba hanya satu dosis vaksin yang membuatnya jauh lebih mudah diberikan daripada vaksin yang perlu dua dosis. Dalam uji coba juga diselidiki apakah memberi dua dosis dapat memberikan proteksi yang lebih kuat atau lebih lama.
Fakta bahwa vaksin tersebut ampuh dalam satu dosis dan dapat disimpan di lemari es biasa, sementara vaksin lain membutuhkan penyimpanan super dingin, berarti Vaksin Janssen dapat berperan penting di seluruh dunia.
"Vaksin sekali suntik dipertimbangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pilihan terbaik dalam situasi pandemi," kata dr Paul Stoffels, kepala tim saintis di Johnson & Johnson.
Baca juga: Jangan Takut Divaksin Covid-19, Tak Timbulkan Efek Samping Berbahaya
Ia menambahkan bahwa vaksin ini berpotensi dapat melindungi ratusan juta orang dari covid-19 yang serius dan fatal.
Vaksin Janssen menggunakan virus flu biasa yang telah direkayasa sehingga tidak berbahaya. Ia kemudian membawa bagian dari kode genetik virus corona ke dalam tubuh manusia. Ini cukup bagi tubuh untuk mengenali ancaman dan kemudian belajar untuk melawan virus corona.
Ini melatih sistem imun tubuh untuk melawan virus corona yang sebenarnya. Pendekatan serupa dalam membuat vaksin digunakan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca.
Dr Mathai Mammen dari Janssen mengatakan, "Resimen satu dosis dengan perlindungan cepat dan kemudahan pengantaran serta penyimpanan memberi potensi solusi untuk mencapai sebanyak mungkin orang.
Baca juga: Jika Vaksin Pfizer dan Moderna Datang, Perlukah Uji Klinis di Indonesia?
"Kemampuan untuk menghindari sakit parah dan kematian akan mengubah perlawanan terhadap pandemi ini."
Hasil ini berdasarkan pada hampir 44.000 orang yang ambil bagian dalam uji coba dan 468 kasus covid-19.
Namun vaksin ini hanya 57 persen efektif dalam uji coba di Afrika Selatan, tempat varian baru virus corona menyebar, dibandingkan 72 persen di Amerika Serikat.