"Mengonsumsi alkohol serta kafein atau terjadi penurunan fungsi kandung kemih seiring bertambahnya usia juga bisa jadi penyebabnya," ungkap dr Harrina.
Pengobatannya, lanjut dr Harrina, bisa melalui pemberian obat pasca-ditemukan adanya OAB, penggunaan terapi dan alat. Contohnya penanganan latihan otot dasar panggul lalu stimulasi syaraf.
Secara spesifik, terang dr Harrina, penanganan OAB dapat dilakukan dengan sejumlah langkah berikut, anamnesis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan seperti cek urin, catatan harian berkemih, pemeriksaan radiologi dengan USG.
"Namun mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu terapi perilaku gaya hidup yang diiringi dengan mengurangi konsumsi kafein, menjaga berat badan, olahraga atau senam dan berhenti merokok merupakan langkah yang ideal," pungkas dr Harrina.
(Dyah Ratna Meta Novia)