Berkunjung ke Hotel Kiamat, Penasaran Ada Apa Saja?

Fatha Annisa, Jurnalis
Jum'at 29 Januari 2021 00:04 WIB
Hotel di Korea Utara. (Foto: Northkoreatravel)
Share :

DI ibu kota Korea Utara, Pyongyang, terdapat sebuah hotel raksasa yang setidaknya mampu menampung 3.000 tamu. Hotel ini menjulang di jantung Kota Pyongyang dengan tinggi lebih dari 2,5 kali Piramida Giza dan area lantai hampir seluas 360.000 meter persegi.

Tak aneh jika hotel bernama Ryugyong ini dinobatkan menjadi hotel sekaligus bangunan tertinggi di Korea Utara. Hotel Ryugyong merupakan produk dari kecemburuan Korea Utara terhadap Korea Selatan yang pada masa itu telah berhasil membangun hotel tertinggi di dunia.

Tepatnya Hotel Westin Stamford di Singapura pada 1986. Oleh karenanya, pada 1987 pembangunan Hotel Ryugyong dimulai. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung dua tahun setelahnya bertepatan dengan festival pemuda dan pelajar sedunia yang akan diadakan di Pyongyang. Tapi, gagal.

Baca Juga: Museum Pompeii Pamerkan Koleksi Terbaru Artefak Romawi Kuno

Berikutnya, Hotel Ryugyong direncanakan akan dibuka pada 1992. Sayang, rencana itu kembali tidak bisa direalisasikan karena hambatan finansial. Bangunan itu pun dibiarkan terbengkalai di tengah kota Pyongyang. Sampai akhirnya di tahun 2008, sebuah perusahaan telepon asing setuju untuk mendanai proyek besar tersebut. Pembangunan sekali lagi dilanjutkan.

Tiga tahun setelahnya sesuai dengan jadwal peresmian, bangunan hotel raksasa itu sudah nampak kemegahannya. Kaca-kaca telah terpasang rapi di bagian luar bangunan. Sekilas, hotel yang juga disebut Hotel Kiamat itu sudah siap menerima tamu.

Tapi siapa sangka kalau interior hotel tidak secantik eksteriornya. Bagian dalam hotel hanya memiliki tangga dan pilar-pilar beton. Dibanding seperti sebuah penginapan, interior Hotel Ryugyong lebih terlihat layaknya ruang yang cocok dijadikan tempat uji nyali. Tanggal peresmian pun dibiarkan berlalu begitu saja, tanpa adanya

Tiba-tiba, Hotel Kiamat hidup kembali pada 2017. Pekerja berlalu-lalang di sekitar hotel untuk melanjutkan pekerjaan. Namun bukannya sebagai tempat penginapan seperti rencana awal, Hotel Ryugyong menemukan fungsi baru.

Ribuan LED dipasang di muka bangunan. Sesekali, lampu menayangkan program empat menit tentang negaranya. Hotel Ryugyong berubah menjadi layar raksasa dan latar dari berbagai kegiatan pertunjukan lokal.

Baca Juga: Pramugari Aldha Refa Putuskan Pensiun, Netizen: Kisahnya Menyayat Hati

Hingga saat ini, Hotel Ryugyong masih belum digunakan sebagaimana sebuah hotel seharusnya berfungsi. Namun, hotel berbentuk piramida ini tetap menjadi salah satu identitas nasional Korea Utara.

Meskipun hotel milik Korea Utara itu belum bisa mendapatkan predikat hotel tertinggi di dunia, Hotel Kiamat memegang rekor sebagai bangunan kosong tertinggi di dunia.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya