Para ahli menambahkan, interval dosis pertama dengan dosis kedua ini pun sifatnya tentatif, karena masih bisa berlanjut sampai 42 hari dalam keadaan luar biasa di negara-negara yang terdampak parah karena virus corona tersebut.
Diketahui lebih lanjut, WHO sendiri tidak merekomendasikan pengurangan separuh dosis untuk vaksin Moderna. WHO merekomendasikan, vaksin Moderna ini hanya diberikan dengan pengaturan reaksi alergi bisa diobati.
Moderna sendiri saat ini tengah berupaya untuk bisa mengembangkan suntikan booster, atau penguat untuk meningkatkan kefektifan vaksin dalam melawan bentuk mutasi virus corona.
(Dyah Ratna Meta Novia)