Dia mengatakan, bukan bermaksud membandingkan dengan negara lain tetapi kita semua bisa melihat bahwa beberapa negara sebut saja Australia atau China, negara tersebut dinilai berhasil mengendalikan pandemi ini. Salah satu kuncinya adalah memberlakukan lockdown.
"Secara umum, peningkatan jumlah kasus harian juga semakin turun di beberapa negara lain, sedangkan kita masih belum bisa memprediksi kapan terjadinya penurunan kasus yang signifikan," tambahnya.
Selain istilah PSBB atau PPKM, pemerintah juga pernah mengganti istilah yaitu OTG, ODP, PDP yang berganti suspek, kontak erat, dan konformasi. "Istilah berganti-ganti yang membingungkan," kata Prof Ari.
Terlepas dari itu semua, sejatinya kita dapat bernapas lega karena program vaksinasi sedang berjalan. Ini merupakan upaya yang diharapkan akan memberi dampak besar dalam penanganan Covid-19.
Meski begitu, pencapaian jumlahnya masih rendah dan ada masalah pada proses registrasi para calon penerima vaksin sehingga vaksin yang sudah ada di tangan, terpaksa belum bisa disuntikkan.
Hal tersebut disadari Kementerian Kesehatan dan terlihat upaya-upaya yang dilakukan untuk memperpendek proses ini agar pemebrian vaksin dapat dilakukan dengan cepat sehingga jumlah kasus Covid-19 di masyarakat dapat ditekan.
"Ingat, walau sudah ada vaksin, masyarakat tetap harus konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan khususnya 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak," kata Prof Ari.
(Helmi Ade Saputra)