PADA 2020 memang pemerintah sempat ada wacana membuat travel bubble di Bali. Namun hingga saat ini belum terealisasi karena tingginya angka kurva wabah Covid-19.
Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, Bali menjadi ibu kotanya pariwisata Indonesia dan selalu menjadi magnet turis. Karena itu perlu dipantau semaksimal mungkin.
Baca Juga: Sandiaga Uno Pindah Kantor dari Jakarta ke Bali, Ini Alasannya
"Pak Wayan Koster menunda dulu, kita lihat negara lain bordernya untuk Indonesia. Dari hasil survei pasar luar negeri mereka betapa ingin pegi ke Bali. Lalu Pemda Bali mempertimbangkan kesehatan masyarakat Bali itu nomor 1, lalu membuka travel border Bali itu ditunda," katanya saat webinar, Selasa (26/1/2021).
Sementara waktu, sebut Vinsensius, Kemenparekraf saat ini melakukan benchmark ke New Zealand. Menurutnya, penanganan manajemen Covid-19 di sana bagus dan baru ada 4 pasien Covid-19, langsung menerapkan lockdown.
"Artinya betapa concern New Zealand ini, ada travel bubble, apalagi di Bali, yang saat itu pasien Covid-19 sangat signifikan," terangnya.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Milenial Jadi Pionir Pariwisata Berkelanjutan
Sebelumnya, dikatakan bahwa Menparekraf Sandiaga Uno ingin berkantor di Bali dalam waktu dekat. Ia ingin fokus memantau perkembangan pariwisata Bali sebelum membuka travel border.
"Mengambil kebijakan seperti ini dengan re-okupansi menerima wisatawan dalam negeri atau luar negeri," pungkas Vinsensius.
(Dewi Kurniasari)