“Enggak ada (efek samping), enggak ada hubungannya. Besoknya divaksin juga enggak masalah. Filler ini kan injeksi di area kulit yang spesifik, localized sifatnya jadi menetap di situ saja. Tidak menyebar ke mana-mana, karena filler hanya ‘mengisi’ yang kita tentukan,” jelas dr. Grace, dalam gelaran ZAP Premiere Virtual Media Meet Up, Kamis (21/1/2021).
Lebih lanjut dr.Grace menambahkan, vaksinasi dan filler tidak akan saling bertabrakan satu sama lain. Namun, ia menyarankan, jika sudah dekat dengan jadwal vaksin memang sebaiknya tidak dalam waktu bersamaan dengan tindakan lainnya. Sehingga, jika ada sesuatu reaksi yang terjadi, bisa langsung diidentifikasi dengan jelas, apakah muncul karena vaksin atau treatment filler.
“Enggak ada efek yang saling merugika, tabrakan gitu enggak akan terjadi itu enggak masalah. Ya, kalau mau vaksin sih ya sebaiknya jangan dibarengin sama tindakan lain, jadi kalau ada apa-apa bisa ketahuan. Apakah dari vaksin atau filler,” pungkasnya singkat.
(Dyah Ratna Meta Novia)