Sementara, pada buku profil Yogyakarta City of Philosophy terbitan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut Maliabara (Malioboro) berasal dari kata ‘Malia’ yang berarti ‘Wali’ dan ‘Bara’ berasal dari kata ‘Ngumbara’ atau ‘Mengembara’.
Baca Juga: Serunya Pilot Kapten Rafi Noor Goyang TikTok Bareng Pramugari
Jadi makna ‘Maliabara’ secara etimologis berarti jadilah wali yang mengembara setelah memilih jalan keutamaan. Hendaknya mengikuti ajaran wali, lalu menyebarkan ajarannya dan menerangi kehidupan manusia.
Hal ini erat kaitannya dengan garis imajiner sumbu filosofi Kraton Yogyakarta yang secara filosofis memaknai Jalan Malioboro sebagai tahap perjalanan kedua yang harus dilalui manusia.
(Dewi Kurniasari)