“Komunikasi kita dengan WHO atau GAVI dilakukan hampir setiap hari. Jika dilihat, ada tren kemajuan. Jika di awal track multilateral ini, kemungkinan besar kuartal III atau IV tahun ini. Maka dalam komunikasi yang terbaru ini, vaksin multilateral kemungkinan bisa tersedia pada kuartal II tahun 2021,” papar Menlu Retno, dalam Press Briefing Menlu RI terkait COVAX-AMC Engagement Group, yang dihelat virtual, Rabu (13/1/2021).
Ia menegaskan, karena bersifat sangat dinamis, target ketersediaan vaksin gratis ini bisa juga maju.
“Target ini kemungkinan bisa juga maju, situasinya sangat dinamis. Updatenya kita sampaikan setiap saat,” imbuhnya.
Sementara itu, dari paparan Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, BPOM, dan Bio Farma, Selasa 12 Januari kemarin. Menkes menyebutkan, ada peluang jatah dosis vaksin gratis yang didapat Indonesia bisa bertambah jumlahnya.
“Kenapa opsi ini diberikan, pertama karena angka dari COVAX/GAVI 54 juta dosis ini belum pasti, masih bisa bergeser. Sampai dua hari lalu, kita masih bicara dengan mereka, dan ada kemungkinan mereka bisa naikkan jumlah itu jadi 108 juta,” kata Menkes Budi.
(Dyah Ratna Meta Novia)