TIM ilmuwan dan arkeolog Turki menemukan reruntuhan kuil pemujaan salah satu dewi Yunani kuno, Aphrodite, di semenanjung Urla-Cesme di bagian barat Turki. Setelah diteliti, reruntuhan kuil itu diperkirakan berusia 2.500 tahun.
Baca juga: Pesona Curug Putri Carita, The Little Green Canyon di Banten
Melansir Daily Sabah, Selasa (5/12/2020), tim ilmuwan Turki juga menemukan 35 permukiman manusia pada era prasejarah, termasuk 16 dari periode Neolitik akhir.
Kuil Aphrodite baru ditemukan setelah menyisir area seluas 1.600 meter persegi yang mencakup bagian dari distrik Urla, Cesme dan Seferihisar di Izmir.
Kepala tim peneliti Elif Koparal mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa, jaringan sosial dan ekonomi yang signifikan ditemukan di sana. Koparal merupakan ilmuwan dari Universitas Mimar Sinan di Istanbul, Turki.
“Selama memeriksa permukaan, kami mendeteksi Kuil Aphrodite dari abad ke-6 sebelum Masehi. Sosok Aphrodite, kultus umum dahulu kala, dan ini menjadi penemuan menarik dan mengesankan,” kata Koparal.
Baca juga: Viral Pramugari Diskors Gegara Santap Sisa Makanan Penumpang
Aphrodite merupakan dewi Yunani kuno yang dikaitkan dengan cinta, kecantikan, kesenangan, gairah, dan prokreasi. Sebelumnya, jejak pertama kuil Aphrodite ditemukan pada 2016 dan diumumkan kepada dunia dalam sebuah jurnal.
Koparal dan timnya bekerja sama dengan penduduk setempat untuk melindungi harta karun arkeologi itu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ancaman yang ditimbulkan para pemburu harta karun ilegal dan situs bersejarah.
Dalam mitologi Yunani, cerita Aphrodite atau Dewi Cinta memang sangat populer di berbagai dunia. Sedangkan, dalam mitologi Romawi, dia dikenal sebagai Venus. Sosoknya sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikan yang dimiliki.
Versi tentang Aphrodite pun beragam, ada yang mengatakan dia anak Zeus. Sebagiannya lagi menjelaskan dia bangkit dari gelombang samudera. Parasnya membuat iri semua dewi yang ada di Gunung Olympia saat itu.
(Salman Mardira)