Penyintas Covid-19 Masih Dapat Stigma Negatif, Digosipin Tetangga

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 05 Januari 2021 03:34 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

PANDEMI virus corona Covid-19 yang menyerang Tanah Air, belum menunjukkan pengurangan infeksi. Bahkan sejak awal tahun 2021, jumlah kasus baru positif Covid-19 menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Mirisnya sebagian besar masyarakat Indonesia kerap memberikan stigma negatif bagi para penyintas Covid-19. Hal ini disebabkan karena informasi yang tidak cukup dan tidak tepat berkaitan dengan kondisi pandemi.

Salah satu penyintas Covid yang merasakan stigma negatif dari masyarakat adalah Putri Oktoviani. Wanita cantik tersebut bekerja sebagai salah satu karyawan swasta.

Dirinya pertama kali mengetahu mengidap Covid-19 saat melakukan pemeriksaan di kantor. Setelah dinyatakan positif, ia pun langsung berinisiatif untuk melakukan isolasi mandiri.

“Setelah di swab dan hasilnya positif, hal pertama yang dirasakan adalah kaget. Saya kebetulan juga merasakan gejala. Untuk pertama kali yang dikabarkan adalah keluarga, jadi mereka harus tahu dan memikirkan langkah apa yang akan dilanjutkan,” ujar Putri di channel YouTube BNPB TV.

Setelah mencari banyak alternatif agar tidak menularkan penyakit, ia pun akhirnya memutuskan untuk memilih Wisma Atlet, Jakarta Utara sebagai tempat untuk melakukan isolasi mandiri. Ia meminta seluruh keluarga terdekatnya untuk melakukan tes swab untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Tapi, stigma negatif mulai bermunculan dari sebagian tetangga yang mengetahui keadaan Putri setelah dinyatakan positif Covid-19. Muncul banyak omongan yang membicarakan dirinya, sehingga sebagian tetangga menjaga jarak dari rumah orang yang terinfeksi Covid-19.

“Karena lingkungan rumah ada yang belum paham dan aware tentang Covid-19 ada saja omongan itu. Jadi menurut saya harus lebih banyak lagi sosialisasi tentang Covid-19. Karena saya langsung dari tempat isolasi mandiri ke wisma atlet jadi tidak terlalu merasakan, tapi keluarga lebih menjaga jarak ke tetangga karena takut menjadi carrier (pembawa penyakit),” sambungnya.

Pada kesempatan ini, Putri pun menceritakan aktivitas yang ia lakukan selama melakukan isolasi mandiri di Wisma Atlet. Ia tidak menampik, pernah merasa jenuh. Namun ia berusaha mencari aktivitas menyenangkan untuk menghilangkan perasaan tersebut.

“Pagi langsung olahraga, mandi, dan melakukan aktivitas apa begitu atau streaming film. Di sana tidak bisa apa-apa karena kan isolasi jadinya suka penat. Terlebih karena kita di kamar sendiri. Jadi gak ada kegiatan lain, cuman bisa tidur-tiduran saja,” tuntasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya