INDONESIA belum lama ini kembali mendatangkan vaksin covid-19 buatan perusahaan China Sinovac Biotech. Sebanyak 1,8 juta dosis Vaksin Sinovac dikirim dari Beijing menuju Indonesia menggunakan Pesawat Boeing 777. Momen kedatangan Vaksin Sinovac tersebut dipantau langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Terkait hal ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), pemerintah telah menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin covid-19.
Baca juga: Tahun Baru di Tengah Pandemi, Menkes Budi Ingatkan Masyarakat Tetap Hati-Hati
Vaksin tersebut rencananya diberikan untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai standar dari World Health Organization (WHO), nantinya setiap penduduk mendapat dua kali penyuntikan.
"Kami menyiapkan buffer stock sebanyak 15 persen, jadi total yang kita butuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin," kata Menkes Budi, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (2/1/2021).
Sementara itu, Menkes Budi memperkirakan butuh waktu selama 15 bulan untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi covid-19 di Indonesia.
Sedangkan untuk vaksinasi seluruh orang di dunia, Menkes memperkirakan butuh waktu hingga 3,5 tahun.
“Jadi kira-kira butuh waktu sekitar 3,5 tahun untuk memvaksinasi seluruh orang di dunia,” tambah dia.
Baca juga: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Menkes: Semoga Cepat Terdistribusi ke 34 Provinsi
Pihaknya kini sedang merinci pembelian vaksin oleh Pemerintah Indonesia yang berasal dari lima jalur. Terdiri dari empat produsen berasal dari bilateral yaitu Sinovac dari China, Novavax dari Kanada-Amerika, Pfizer dari Jerman-Amerika, dan AstraZeneca dari Swiss-Inggris.