Sementara itu, The Straits Times memberikan laporan bahwa keterbukaan data yang dilakukan Sinovac tidak sebaik Moderna maupun Pfizer.
"Pengembang vaksin China dinilai lambat dibandingkan rekan-rekan di Negara Barat dalam merilis data kemanjuran vaksin. Lalu kurangnya hasil yang lebih spesifik dari uji coba Sinovac berisiko mengikis kepercayaan terhadap vaksin Sinovac itu sendiri," lapor kantor berita tersebut.
Baca juga: Kriteria Orang Penerima Vaksin Covid-19 Menurut Rekomendasi Perhimpunan Dokter
(Hantoro)