Strain Baru Virus Corona Menyebar, Ini Deretan Negara yang Ikut Terinfeksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 29 Desember 2020 07:47 WIB
Pandemi virus corona (Foto: Oddity Central)
Share :

Spanyol menjadi negara terbaru yang mengonfirmasi adanya kasus jenis baru virus corona. Sebelumnya strain baru virus corona muncul di Inggris dan diklaim lebih cepat menular yang memicu kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat memperburuk situasi pandemi.

Wakil Kepala Kesehatan Wilayah, Antonio Zapatero mengumumkan ada empat orang di Madrid yang baru tiba dari Inggris terinfeksi dengan strain baru virus korona. Meski demikian, ia mengimbau masyarakatnya untuk tidak khawatir dengan kasus ini.

“Tidak perlu khawatir, bahwa tidak ada pasien sakit parah,” melansir dari Forbes, Senin (28/12/2020).

Menurut Reuters, seorang wisatawan dari Inggris di Swedia dinyatakan positif mengidap virus corona jenis baru, badan kesehatan negara itu pun mengumumkannya pada akhir pekan lalu. Prancis dan Lebanon juga mengatakan pekan lalu bahwa para wisatawan dari London telah dites positif terinfeksi varian jenis baru itu.

Virus yang bermutasi ini telah ditemukan paling jauh hingga Jepang. Akhir pekan lalu Jepang mengumumkan telah mendeteksi lima kasus baru. Semua orang yang terinfeksi merupakan orang yang baru saja tiba dari Inggris. Alhasil Negeri Bunga Sakura itu untuk sementara melarang wisatawan asing untuk datang.

Departemen Kesehatan Irlandia mengatakan pada pekan lalu, bahwa para peneliti menemukan bukti varian dengan sekuensing genom keseluruhan. Mereka mengatakan bahwa akan melakukan lebih banyak pengujian untuk menetapkan prevalensinya di negara tersebut.

Menurut BBC, strain baru ini juga telah terdeteksi di Italia, Denmark, Jerman, Belanda dan Australia. Meskipun belum terdeteksi di Amerika Serikat (AS), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperingatkan bahwa strain baru ini tak menutup kemungkinan muncul di Amerika Serikat.

“Orang Amerika harus menganggapnya (strain baru virus) sudah ada di sini,” tutur Pejabat Penyakit Menular Terkemuka di AS, dr. Anthony Fauci.

Minggu ini, para peneliti Los Angeles County mulai menguji sampel virus untuk menentukan apakah jenis baru tersebut beredar di Pantai Barat. Mereka mengumumkan hasil penelitian, yang masih belum ditinjau oleh rekan sejawat, yang menunjukkan bahwa jenis baru itu kira-kira 56% lebih menular daripada bentuk virus corona sebelumnya.

Saat ini Inggris telah mengembangkan kemampuan lebih kuat untuk memantau perubahan genetik pada virus corona dibandingkan negara lain. Mereka adalah negara pertama yang mendeteksi variasi tersebut, tetapi kemungkinan telah menyebar di negara lain selama beberapa waktu tanpa diketahui.

Baca juga: Harganya Rp120 Ribu, Tes Antigen CePAD Punya Tingkat Akurasi 85%

Varian baru diyakini menjadi penyebab di balik lonjakan kasus dan kematian di Inggris. Sebagian besar negara telah melarang wisatawan yang datang dari Inggris sebagai akibatnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya