Budi menjelaskan bahwa "demand" masyarakat berlibur ke Puncak di akhir pekan dan setiap libur panjang sangat tinggi.
Di sisi lain, upaya mengatasi kemacetan di kawasan tersebut masih bersifat jangka pendek, yakni melakukan buka-tutup dan memberlakukan satu arah.
Menurutnya kunjungan wisatawan di Puncak saat ini bukan saja didominasi warga dari Jakarta, tapi juga mancanegara.
"Demand ini bertambah banyak dan tentu dampak yang sering terjadi adalah kemacetan di setiap akhir pekan dan libur panjang. Permasalahan di Puncak ibarat gunung es. Banyak permasalahan yang harus kita tuntaskan," kata Budi Karya.
Budi menilai solusi kemacetan yang terjadi di kawasan Puncak harus diselesaikan secara lebih komprehensif, salah satunya dengan menyediakan transportasi yang mudah dijangkau.
(Salman Mardira)