Cegah Covid-19, Pakar Kesehatan Desak Kepala Daerah Tiadakan Acara Tahun Baru

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 28 Desember 2020 15:00 WIB
Ilustrasi setop persebaran covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)
Share :

PAKAR Kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD mengimbau kepala daerah di seluruh Indonesia untuk kompak meniadakan acara malam Tahun Baru 2021. Tidak hanya itu, ia juga meminta agar diberlakukan jam malam di momen pergantian tahun tersebut.

Pernyataan itu yang disebut Profesor Ari sebagai "Imbauan Kemanusiaan". Ini dimaksudkan untuk menekan kemungkinan adanya lonjakan kasus covid-19 akibat acara Tahun Baru 2021 yang biasanya dirayakan meriah oleh banyak orang.

Baca juga: Supaya Cepat Sembuh, Pasien Covid-19 Wajib Hindari 5 Asupan Ini 

Alasannya jelas, rumah sakit kapasitasnya sudah makin tipis. "Di DKI Jakarta misalnya saat ini pasien IGD sudah menumpuk. Sebagian besar pasien covid-19 lainnya menunggu ruang rawat inap, ruang isolasi terbatas, dan tenda-tenada sudah dipasang di depan rumah sakit," papar Profesor Ari saat dihubungi Okezone, Senin (28/12/2020).

Ia menambahkan, kondisi seperti itu jadi hal tersulit untuk rumah sakit swasta. Terlebih lagi pasien umum takut berobat, karena yang datang ke rumah sakit kebanyakan pasien suspect atau sudah terkonfirmasi covid-19.

Selain itu, Profesor Ari meminta polisi dan tentara turun tangan menjalankan "Imbauan Kemanusiaan" ini. Kemudian petugas yang terlibat nantinya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat supaya bisa menjadi contoh juga untuk masyarakat.

Terkait pemberlakuan jam malam, Profesor Ari "angkat jempol" kepada kepala daerah yang berani menerapkannya, salah satunya di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. "Saya 'angkat jempol' terhadap kepala daerah yang menerapkan jam malam, salah satunya Bupati Bone," tambahnya.

Baca juga: Ini Analisis Dokter Melihat Ruam Kulit Dewi Perssik saat Positif Covid-19 

Di sisi lain, Profesor Ari menceritakan belum lama dihubungi salah seorang kenalan istrinya yang butuh ICU di Jakarta. Menurut kenalan istrinya itu, ICU rumah sakit di Jakarta sudah penuh.

Kabar buruk lainnya ialah belum lama ini juga dia mendapat berita duka bahwa seorang dokter di Kota Serang, Provinsi Banten, meninggal karena covid-19 dan istrinya meninggal satu minggu karena terpapar virus corona juga.

"Teman sejawat saya, suaminya meninggal karena covid-19, satu minggu lalu; dan teman saya tersebut juga masih dalam perawatan karena covid-19. Ini hanya beberapa kabar menyedihkan yang terjadi karena masalah covid-19 yang belum juga terselesaikan," cerita Profesor Ari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya