Guardian melaporkan, meskipun berstatus sebagai benua paling terisolasi di Planet Bumi, Antartika tetap rentan terhadap wabah virus corona. Tertera dalam dokumen Council of Managers of National Antarctic Programs, situasi ini bisa jadi potensi bencana. Mengingat keterbatasan medis dan lingkungan alam Antartika yang ekstrem.
"Virus baru yang sangat menular dengan mortalitas dan morbiditas yang signifikan di lingkungan Antartika yang ekstrem dan keras, ditambah dengan keterbatasan perawatan medis yang canggih dan respons kesehatan masyarakat, berisiko tinggi dengan potensi konsekuensi bencana," isi keterangan dalam dokumen tersebut.
Baca juga: Vaksin Sinovac Terbukti Efektif dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil
(Hantoro)