Dokter Fajri melanjutkan, jika BPOM sudah memiliki data yang lengkap tentang efektivitas Vaksin Sinovac maka mereka juga akan cepat memberikan izin penggunaannya kepada masyarakat. Intinya keputusan yang dibuat harus adil dan sesuai sains, salah satunya adalah menunggu data.
"Kenapa vaksin yang lain sudah selesai penelitiannya? Karena mereka memulai duluan. Moderna itu sejak awal Desember 2019 sudah mulai pembuatan vaksin. Di Indonesia belom ada apa-apa. Di Amerika mereka sudah bikin vaksin, makanya selesai duluan," tuntasnya.
Baca juga: Sebelum Jadi Menkes, Budi Gunadi Sadikin Serius Pantau Produksi Vaksin Covid-19
(Hantoro)