Buat yang bingung liburan akhir tahun mau kemana? Ada objek wisata yang menyimpan sejuta keindahan alamnya yang menawarkan hamparan sawah berundak yang indah yang memanjakan mata serta menyegarkan pikiran yaitu desa Jatiluwih, Tabanan, Bali.
Untuk menikmati pemandangan alam Jatiluwih yang paling memesona, Anda dapat berkunjung sepanjang Februari hingga April, karena pada bulan-bulan ini batang padi mulai tumbuh dan kamu akan dapat menyaksikan hamparan sawah berwarna hijau kekuningan. Sementara untuk Anda yang ingin merasakan serunya suasana panen datanglah pada bulan Juni (disebut Sasih Sada), selama waktu ini Anda akan dapat menyaksikan langsung para petani panen padi, seperti mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang telah mengunjungi Jatiluwih pada Juni 2017 lalu.
“Kalo Januari kita ada tanam beras merah dan setiap bulan setelah itu ada kegiatan untuk musim mengolah tanah dengan membajak, ada musim merawat dan bulan juni masa panen, untuk Juli-Agustus musim tanam lagi sampe panennya di bulan Desember,” ujar I Nengah Sutirtayasa, Ketua DTW Jatiluwih.
Dengan luas mencapai 303 hektar, Jatiluwih juga dikenal sebagai produsen utama beras merah, bahkan produknya telah menembus ke pasar internasional.
Proses budidaya beras merah asli Jatiluwih tidak menggunakan pestisida dalam proses budi daya yang membuat rasa, warna dan wanginya khas dan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan produk lain.
Beras Jatiluwih memiliki masa pemeliharaan cukup panjang sekitar 145 hari. Setelah dipanen beras merah Jatiluwih biasanya disimpan di lumbung padi. Beras ini digunakan untuk konsumsi pribadi, persedian bibit musim tanam selanjutnya, atau dijual.
Beras merah organik Jatiluwih termasuk jenis short grain, berbulir kecil pendek. Biasanya untuk mendapatkan hasil yang lebih nikmat, prosesnya ditumbuk secara manual dengan lumpang dan alu, sehingga kulit arinya masih melekat. Nasi beras merah ini disajikan dengan lauk-pauk dari kebon dan sawah di Jatiluwih
Rasanya yang khas menjadikan beras merah organik Jatiluwih laris dijadikan oleh-oleh dengan harga Rp15 ribu.Tak hanya terkenal di Indonesia, kini beras merah Jatiluwih sudah dikenal di manca negara seperti Filipina, Finlandia, Singapura, Dubai, dan Amerika Serikat. Selain, beras merah jatiluwih, Kabupaten Tabananan juga dikenal dengan beras hitam organiknya yang juga telah mendunia
Yuk liburan ke Desa wisata Jatiluwih, dan jangan sampai terlewatkan untuk mencicipi beras merah khas Jatiluwih.CM
(Yaomi Suhayatmi)