2. Kekurangan
Kekurangan rapid test antigen antara lain hanya dapat mendeteksi dini (sehingga berpotensi terjadi false negatif dari hasil swab antigen setelah dikonfirmasi dengan tes PCR positif),
tes ini menggunakan sampel saluran napas atas (swab nasofaring atau orofaring) sehingga ketidakterampilan petugas dalam pengambilan spesimen dapat mempengaruhi hasil, pun tes ini membutuhkan APD level 3 untuk pengambilan spesimennya.
Kemudian, sambung dr Irhamsyah, terdapat perbedaan sensitivitas antar-brand alat tes swab antigen, sehingga pemilihan alat tes harus dilakukan dengan tepat, serta uji validasi hasil swab antigen masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR.
(Dyah Ratna Meta Novia)