Murah, Rapid Antigen Ternyata Masih Kurang Diminati

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 19 Desember 2020 12:22 WIB
Ilustrasi Covid-19 (Dok Okezone)
Share :

Head of Marketing & Corporate Communication Primaya Hospital Group Hanie Dewita sendiri menjelaskan masih jarangnya rumah sakit menyediakan Rapid Antigen diduga karena alasan kurangnya peminat.

"Rapid Antigen masih jarang itu bisa banyak kemungkinan, tapi salah satunya karena kondisi peminat yang lebih cenderung memilih Rapid Antibodi untuk screening awal dan PCR untuk kevalidan hasil," papar Hanie melalui pesan singkat kepada Okezone.

Bicara soal harga, Rapid Antigen sejatinya di bawah harga PCR Test, tapi tetap saja pasarnya belum semasif PCR. Hal ini dibenarkan Hanie. "PCR walaupun mahal, tapi karena sudah menjadi tolak ukur yang valid dalam pemeriksaan Covid-19, membuat orang akan tetap memilih tes itu sekalipun harganya lebih mahal," terang Hanie.

Nah, untuk skrining, masyarakat masih mengandalkan Rapid Antibodi. "Selain karena hasilnya cepat, masalah harga jadi pertimbangan masyarakat memilih Rapid Antibodi, terkhusus untuk skrining Covid-19," tambahnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya