Indonesia masih memiliki tugas besar dalam upaya mengentaskan anemia. Secara global prevalensi anemia pada kehamilan sebesar 38 persen. Namun pada kasus di Indonesia, angkanya melonjak hingga 48,9 persen. Ini membuktikan angka pengidap anemia di Indonesia masih diatas rata-rata.
Spesialis Gizi dan Ketua Departemen Ilmu Gizi FK UI, dr Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK mengatakan, terkadang ibu hamil yang persiapan kehamilannya belum cukup, maka mengobati anemianya cukup berat.
“Oleh sebab itu sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya cek dulu HB-nya. Bahkan sebelum hamil,” ujar dr. Nurul, dalam Webinar ‘Kekurangan Zat Besi sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju’, Kamis (17/12/2020).
Dalam kesempatan yang sama dr. Nurul juga memberikan dampak anemia yang terjadi pada ibu selama kehamilan, di antaranya: