Kenali Efek Samping Usai Divaksin Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis
Kamis 17 Desember 2020 12:12 WIB
Vaksin Covid-19 (Foto: Flickr)
Share :

Setelah hampir satu tahun hidup dalam masa pandemi Covid-19, sekarang masyarakat dunia sudah semakin dekat dengan ketersediaan vaksin Covid-19.

Seperti kebanyakan vaksin lainnya, kemungkinan akan ada efek samping gejala umum berskala ringan hingga sedang yang dirasakan usai divaksin.

Mengutip Huffingtonpst, Kamis (17/12/2020) berikut di bawah ini, paparan singkat dari para ahli soal beberapa efek samping yang mungkin dialami seseorang setelah menerima vaksin Covid-19.

 

1. Nyeri hingga sakit kepala

William Moss, Executive Director dari International Vaccine Access Center at the Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan, usai divaksin mungkin Anda akan merasa nyeri di tempat suntikan, demam ringan, sakit kepala, nyeri otot dan kelelahan. Ini merupakan gejala awal yang dialami seseorang sebagai efek samping setelah menerima suntikan. Efek ini dapat bertahan sekitar 12 hingga 36 jam setelah injeksi.

William menjelaskan, peradangan yang dialami oleh orang yang menerima vaksin ini secara medis disebut reaktogenisitas dan ini mewakili respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin.

2. Demam

Efek samping kedua disebutkan oleh Yvonne Maldonado, Ahli Epidemiologi Penyakit Menular Anak di Stanford University. Dalam uji coba vaksin, efek samping setelah dosis vaksin kedua lebih kuat daripada setelah dosis pertama. Baik vaksin Pfizer ataupun Moderna keduanya sama-sama memerlukan dua dosis.

Ini berarti, orang perlu dua suntikan dalam waktu singkat untuk mendapatkan perlindungan. Dalam uji coba keduanya, tampaknya ada lebih banyak reaksi setelah dosis kedua, tetapi efek samping ini skalanya tetap ringan hingga sedang di sekitar 90% hingga 95% kasus.

 Sementara, dari beberapa studi dari Moderna, sekitar sepertiga orang mengalami demam setelah suntikan yang kedua dan tidak demam di suntikan yang pertama. Yvonne menambahkan, ada juga laporan dari beberapa orang, menyebutkan tingkat sakit kepala dan nyeri terasa lebih intens setelah suntikan yang kedua. Begitupun dengan vaksin Pfizer, ada peningkatan intensitas sakit kepala, demam, dan nyeri setelah suntikan kedua. Tapi Yvonne menyebut, efek samping ini berskala ringan hingga sedang.

3. Efek samping jangka panjang masih dipelajari

Efek samping jangka pendek dan sebagian besar efek samping setelah vaksinasi terjadi dalam 30 hingga 40 hari pertama sudah menjadi hal yang diketahui. Peserta uji coba vaksin saat ini telah melewati garis waktu. Tapi, untuk bisa tahu dan paham efek samping jangka panjang dari vaksin Covid ini, nyatanya masih akan membutuhkan tindak lanjut tambahan di bulan-bulan mendatang sehingga sampai saat ini masih dipelajari.

Baca juga: Prewedding Vicky Prasetyo Jadi Gladiator Cinta, Siap Jaga Hati Kalina Oktarani

4. Memahami jika efek samping bukan hal yang buruk

Masyarakat harus memahami, bahwa efek samping yang dialami ini bukanlah sesuatu yang buruk. Justru sebetulnya, merupakan pertanda baik karena artinya tubuh kita merespons injeksi vaksin tersebut.

“Kebanyakan vaksin punya beberapa tingkat efek samping yang ringan. Faktanya, ini adalah respons kekebalan dan peradangan tubuh terhadap vaksin yang memang seharusnya terjadi. Sifat respons imun akan melibatkan adanya beberapa derajat peradangan, bisa berupa kemerahan, nyeri di tempat suntikan, bengkak, sakit kepala atau demam ringan,” jelas Yvonne.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya