Begini Faktor Risiko Pasien Covid-19 yang Alami Gejala Delirium

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 11 Desember 2020 19:19 WIB
Ilustrasi covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

BELUM lama ini masyarakat dihebohkan dengan delirium yang disinyalir menjadi gejala baru covid-19. Namun sebenarnya delirium bukanlah hal baru, sebab sejak Juni 2020 sudah ada jurnal yang menjelaskan hubungan antara delirium dengan virus corona.

Dokter Relawan Covid-19, dr Muhammad Fajri Adda'i, menjelaskan bahwa anggapan delirium gejala baru adalah salah. Namun yang jelas delirium memang merupakan gejala dari covid-19. Delirium sendiri merupakan kondisi akut di mana terjadi perubahan kesadaran.

Baca juga: Mengenal Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Dialami Pasien Lansia 

Sama seperti penyakit lainnya, delirium juga memiliki faktor risiko yang meningkatkan seseorang makin berpotensi terkena penyakit covid-19.

"Ketika orang berusia lebih dari 75 tahun risiko akan meningkat 1,5 kali lipat. Lansia tinggal di nursing room atau tinggal dengan caregiver sehingga kesadarannya sudah menurun maka risikonya akan meningkat 1,2 kali lipat," terang dr Fajri ketika dikonfirmasi Okezone, Jumat (11/12/2020).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya