BELUM lama ini masyarakat dihebohkan dengan delirium yang disinyalir menjadi gejala baru covid-19. Namun sebenarnya delirium bukanlah hal baru, sebab sejak Juni 2020 sudah ada jurnal yang menjelaskan hubungan antara delirium dengan virus corona.
Dokter Relawan Covid-19, dr Muhammad Fajri Adda'i, menjelaskan bahwa anggapan delirium gejala baru adalah salah. Namun yang jelas delirium memang merupakan gejala dari covid-19. Delirium sendiri merupakan kondisi akut di mana terjadi perubahan kesadaran.
Baca juga: Mengenal Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Dialami Pasien Lansia
Sama seperti penyakit lainnya, delirium juga memiliki faktor risiko yang meningkatkan seseorang makin berpotensi terkena penyakit covid-19.
"Ketika orang berusia lebih dari 75 tahun risiko akan meningkat 1,5 kali lipat. Lansia tinggal di nursing room atau tinggal dengan caregiver sehingga kesadarannya sudah menurun maka risikonya akan meningkat 1,2 kali lipat," terang dr Fajri ketika dikonfirmasi Okezone, Jumat (11/12/2020).