BARU-baru ini delirium dikaitkan dengan gejala baru covid-19. Selintas delirium berbeda dengan gejala umum yang ditimbulkan oleh virus corona yakni demam maupun sesak napas. Alhasil, banyak orang yang penasaran dengan gejala satu ini.
Menjawab hal tersebut Dokter Relawan Covid-19, dr Muhammad Fajri Adda'i, mengatakan bahwa delirium bukanlah hal baru dalam dunia medis. Sebab pada Juni 2020 sudah ada jurnal yang menghubungan delirium dengan covid-19 di Italia.
Baca juga: Mengenal Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Dialami Pasien Lansia
"Jadi sakit covid-19 tapi presentasinya delirium. Delirium itu kondisi akut di mana terjadi perubahan kesadaran. Problemnya pada orang covid-19 adalah gejala awal, atau orang yang sudah berada di ICU," terang dr Fajri saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (11/12/2020).
Ia mengatakan orang yang sudah berada di ICU akibat covid-19, 55 persennya memang mengalami perubahan kesadaran yang disebut delirium. Berbeda dengan orang umum yang presentasenya hanya sekira 30 persen.