Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut pedagang pasar masuk dalam prioritas penerima vaksin Covid-19. Prioritas ini dikelompokkan dari orang yang paling rentan terpapar Covid-19.
"Kelompok berisiko tinggi, yaitu kelompok pekerja, termasuk pedagang pasar, pelayan toko, pramuniaga, dan mereka yang bekerja di sektor-sektor perusahaan industri," kata Muhadjir dalam konferensi pers beberapa hari lalu.
Pria yang juga Wakil Ketua III KPCPEN ini memastikan para pekerja di garda terdepan masuk daftar prioritas. Tenaga kesehatan, TNI, dan polri menjadi kelompok pertama yang akan menerima vaksin Covid-19.
Kelompok lainnya, keluarga pasien Covid-19, akan diprioritaskan melakukan vaksinasi. Aparatur sipil negara (ASN) masuk dalam daftar itu. Selain itu, vaksinasi juga berlaku bagi mereka yang melakukan penelusuran kontak kasus corona dan administrator pemerintah.
Vaksinasi sendiri ditujukan mengurangi angka pasien dan korban Covid-19. Manfaatnya juga untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga bisa melindungi kesehatan masyarakat keseluruhan.
Muhadjir mengatakan, Presiden Jokowi telah memerintahkan vaksinasi Covid-19 sesuai dengan wilayah penyebaran virus. Implementasinya akan dilakukan dengan dua skema, yaitu gratis pada kelompok prioritas dan mandiri berbayar.
Baca Juga : Menkes Terawan Tegaskan Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Aman
Perintah vaksinasi didukung kajian Badan Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terkait vaksin virus corona. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12).
Vaksin itu disimpan PT Bio Farma di Bandung. Saat ini, vaksin sedang dalam uji BPOM untuk memastikan aspek mutu keamanan dan efektifitasnya. Selain itu, juga menunggu fatwa MUI untuk membuat sertifikasi halal.
"Seandainya tidak ada satu pun vaksin di dunia ini yang berstatus halal, bukan berarti tidak boleh dipakai. Itu wajib digunakan," ungkapnya.