Oleh karenanya, pasien yang memiliki riwayat diabetes membutuhkan penanganan kompleks. Di mana mulai dari tahap promotif, preventif, diagnosa, terapi atau kuratif hingga pada tindakan rehabilitatif. Semua itu kini telah terpenuhi dalam Pusat Layanan Diabetes Terintegrasi.
"Bagi pasien diabetes, pemeriksaan gula darah saja tidak cukup. Kesehatan jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf juga harus diperhatikan karena jika tidak terkontrol maka akan menimbulkan komplikasi," terang Chairman Diabetes Connection Care Eka Hospital BSD, Sidartawan Soegondo.
Pelayanan Diabetes Connection Care akan mumpuni karena diisi tim dokter spesialis yang terdiri dari multi-disiplin ilmu, seperti endokrinologis, kardiologis, neurologis, nefrologis, dan spesialis lainnya yang secara profesional akan bekerja sama.
"Atas dasar itulah kami menghadirkan pusat layanan diabetes yang terdiri dari tim dokter multi-disiplin dan bekerjasama menangani diabetes secara komprehensif," tambahnya.
Pusat layanan diabetes di Eka Hospital itu sendiri menjadi yang pertama ada di rumah sakit swasta di Indonesia. Dengan begitu, pasien dengan masalah diabetes bisa mendapatkan penanganan dan tindakan secara komprehensif secara berkala tanpa rasa khawatir berlebihan di masa pandemi saat ini.
(Helmi Ade Saputra)