Lebih lanjut, ia mengatakan pengembangan Pantai Bidara bukan tanpa alasan.
"Di Pantai Bidara banyak sejarahnya, ada nilai-nilai edukasinya. Yang akan diangkat dari Pantai Bidara itu, di sana ada petani garam. Sepanjang pantai di Kulon Progo pusat pengembangan garam ada di Bugel. Kemudian, memiliki nilai historisnya keluarga keraton teteki di situ, ada sumur tua," katanya.
Kemudian, Dispar akan membangun kembali Pantai Bidara ini seperti Pantai Parangkusumo.
Kalau Pantai Parangkusumo ditarik sumbu imaginer dan filosofinya didapat Keraton-Stasiun Tugu, Tugu, dan Merapi.
Hal yang sama bila Pantai Bidara ditarik sumbu imaginernya akan ketemu Tugu Nyi Ageng Serang-Stasiun Wates-Alun-alun Wates-Rumah Dinas Bupati-Suroloyo.
"Ini kami bangun supaya tumbuh semangat agar Pantai Bidara ini menjadi destinasi wisata yang bukan sebab kenapa Pantai Bidara kami ciptakan," katanya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan revitalisasi destinasi wisata di Pantai Bidara akan dikembangkan sebagai objek wisata terpadu yang berkolaborasi dengan unsur-unsur lain seperti pertanian dan perikanan, sehingga wisatawan yang datang ke pantai ini tidak hanya melihat gelombang air laut melainkan bisa menikmati pemandangan lain.
"Tepat sekali saya membentuk tim produksi pariwisata kolaboratif karena memang akan dikembangkan secara kolaboratif dari berbagai OPD yang ada di Kulon Progo. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari Kemenparekraf yang siap untuk membantu perencanaan program ini," katanya.
(Salman Mardira)