Kepala Petugas Medis Moderna, dr. Tal Zaks, mengatakan hanya ada satu orang yang mengalami sakit parah, dari 30 peserta, termasuk satu orang yang meninggal telah menerima suntikan palsu.
"Saya membiarkan diri saya menangis untuk pertama kalinya. Kami baru dalam uji coba, sudah menyelamatkan banyak nyawa. Bayangkan saja dampaknya kemudian berlipat ganda pada orang yang bisa mendapatkan vaksin ini,” terang dr. Tal Zaks.
European Medicines Agency, FDA versi Eropa, telah mengisyaratkan bahwa mereka juga terbuka untuk izin darurat yang lebih cepat. Jika FDA mengizinkan penggunaan darurat, Moderna diharapkan 20 juta dosis siap untuk AS pada akhir tahun. Penerima akan membutuhkan dua dosis, jadi itu cukup untuk 10 juta orang.
(Ahmad Luthfi)