Kisah Pindi Setiawan, Penemu Gambar Cadas Berusia 40 Ribu Tahun di Pedalaman Kalimantan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 30 November 2020 11:02 WIB
Peneliti ITB, Pindi Setiawan (Foto: Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)
Share :

Mengubah nama goa di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat

Pada tahun 1996, Pindi mulai mencari cara menyembunyikan situs-situs di Sangkulirang agar tidak terjamah oleh oknum tak bertanggung jawab. Salah satunya dengan mengubah nama-nama situs atau goa yang ia temukan.

Kebetulan, pada saat itu, Pindi lagi-lagi menemukan goa dengan tampilan gambar cadas yang sangat luar biasa. Goa tersebut kini dikenal dengan nama Goa Jeriji Saleh.

Gambar cadas di Goa Jeriji Saleh diklaim telah berusia 40 ribu tahun. Ketika itu namanya masih Liang Jeriji.

"Tapi kalau pakai nama itu orang-orang akan tau lokasinya di Gunung Gergaji, jadi kita ganti jadi Goa Saleh. Goa ini menjadi goa yang pertama yang diubah namanya dalam laporan saya setelah bertemu dengan para politikus. Lalu diikuti goa-goa lain," papar Pindi.

Pengubahan nama pada goa tersebut, lanjut Pindi, semata-mata bukan untuk menyembunyikan potensi besar Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, tetapi menahan informasi agar orang-orang tidak berbondong datang ke kawasan tersebut. Dengan demikian, ia dapat menjalankan program konservasi tanpa diganggu aktivitas dan kepentingan lain.

Insiden vandalisme berujung dibukanya kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai destinasi wisata minat khusus

Selama kurang lebih 18 tahun 'menyembunyikan' kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat dari dunia luar, Pindi Setiawan akhirnya membuka akses informasi kawasan ini secara terbuka. Hal tersebut dipicu oleh sebuah insiden di tahun 2014.

Ia mendapat kabar dari warga Desa Pengadan, Sangkulirang bahwa ada goa bergambar cadas yang menjadi korban vandalisme. Padahal, goa ini merupakan salah satu goa yang cukup sulit dijangkau.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya