Menyingkap Gambar Cadas Berusia 40 Ribu Tahun di Pedalaman Kalimantan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Minggu 29 November 2020 08:03 WIB
Gambar cadas diduga berusia 40 ribu tahun di pedalaman Kalimantan (Foto: Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)
Share :

Selain mamalia, juga digambarkan hal-hal menarik lainnya seperti alat buru berupa pelontar tombak (spear throw). Pindi mengatakan, pelontar tembak sebetulnya ini hanya bisa digunakan di medan berupa savana, bukan pada medan tropis yang penuh semak-semak seperti di Kalimantan.

"Kita tahu Kalimantan bermedan hutan tropis. Ternyata hutan tropis di Kalimantan itu, baru menjadi hutan tropis kira-kira 8 ribu tahun lalu. Artinya gambar cadas ini dibuat oleh pra Astronesia, ini orang-orang yang telah hadir di Pulau Kalimantan jauh sebelum Astronesian datang," kata Pindi.

Keistimewaan lain dari gambar cadas Sangkulirang juga terletak pada proses pembuatannya. Warna ungu pada gambar tersebut tidak dibua satu-satu, tapi dikomposisikan.

Baca juga: Menyusuri Goa Tewet, Keajaiban Nusantara yang Tersembunyi di Tanah Borneo

Ada juga yang menggambarkan seperti tarian dan kemudian disejajarkan. Ini hal yang sangat jarang ditemukan di dunia. Meski gambar cadas atau cap tangan yang dikomposisikan ini beberapa ditemukan di Maros, Sulawesi Selatan.

"Di Sangkulirang sangat jelas, mereka sangat ingin mengkomposisikan khususnya pada warna ungu. Ada yang dihubungankan dengan garis-garis, kadang cap tangan itu diisi oleh sosok shaman dan juga binatang. Cap tangan seperti ini saya sebut plural in one, jamak tapi tunggal, ada dwi tunggal hingga tri tunggal," paparnya.

Mengidentifikasi usia gambar cadas

Untuk memastikan keabsahan usia dari gambar-gambar cadas di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Pindi mengaku sempat melakukan penelitian dating dengan rekan-rekannya. Hasilnya pun cukup mencengangkan.

Dari penelitan tersebut, diketahui bahwa gambar-gambar cadas itu terbagi ke dalam dua era/masa. Ini terlihat dari corak dan warnanya. Warna-warna tersebut diidentifikasi sebagai pigmen.

Di Sangkulirang ada 3 macam pigmen yang ditemukan. Antara lain, pigmen merah berasal dari era 40-20 ribu tahun, pigmen ungu dari era 20-9 ribu tahun, dan pigmen hitam yang sampai saat ini masih ditelusuri usianya.

Bila dikarakterisasi secara kimia, baik warna merah, hitam maupun ungu, Pindi mengatakan semuanya merujuk pada hematit. Yang membedakan, warna merah partikelnya lebih kecil dibandingkan warna ungu, sehingga warna yang sampai ke mata terpantulkannya berbeda. Satu berwarna merah, satu lagi sampai ke mata warna ungu. Jadi partikel ungu lebih besar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya