Kematian tersebut dijelaskan NOAA sebagai "awal yang menghancurkan" untuk musim beternak paus yang dimulai pada pertengahan November hingga April. Demikian dikutip dari Fox News, Rabu (25/11/2020).
Baca juga: Selamatkan Anjing Peliharaan, Pria Ini Berani Buka Mulut Buaya
Sejak 2017, paus sikat Atlantik Utara telah mengalami kematian yang tidak biasa (unusual mortality event/UME). Hal ini dibuktikan dengan catatan setidaknya 32 paus sikat mati dan 13 lainnya cedera.
NOAA menyebutkan angka ini telah mewakili lebih dari 10 persen dari total populasi yang tersisa. Menurut mereka, penyebab utama UME adalah pemogokan kapal dan belitan alat tangkap.
(Hantoro)